Logo
Jadilah Terang!
Tanggal Post

14 Juni 2023

Author
Administrator
Kategori
Kegiatan
jadilah-terang

Penulis: Andreas Aditya Yoga Prasasta, S.Pd.

Kamis, 8 Juni 2023 peserta didik kelas 9 SMP Santa Ursula mengikuti perayaan ekaristi sebagai ungkapan syukur berproses selama 3 tahun di SMP Santa Ursula, Bandung. Perayaan Ekaristi ini dipimpin oleh Romo Paulus Juju Junaedi, OSC. Tak hanya diikuti peserta didik kelas 9, perayaan ekaristi ini diikuti bapak-ibu guru, serta staf SMP Santa Ursula. Lantunan lagu Dengan Gembira yang diiringi piano, gitar, dan biola mengawali perayaan ekaristi sekaligus mengiringi perarakan petugas liturgi dan Romo menuju ke altar.

Terang di Kegelapan dan Garam di Semangkok Sup

Romo Juju mengawali homilinya dengan sharing pengalaman ketika beliau bertugas di Papua. Pada malam Natal, beliau bersama rekan pastoral yang lain mengunjungi sebuah stasi untuk merayakan malam Natal bersama umat. Ditemani seorang warga lokal, mereka menembus gelapnya malam di tengah hutan, menyusuri sungai dan anak sungai dari paroki tempat mereka tinggal sampai stasi tersebut.

Setelah merayakan malam Natal di stasi tersebut, ketika hendak kembali ke paroki tempat mereka tinggal, hujan deras mengguyur, arus sungai menjadi lebih deras, tanpa pencahayaan, gelap gulita. Menyusuri sungai seolah tiada habisnya, berputar ke sana kemari seolah tanpa tujuan. Mereka tersesat dalam gelapnya hutan, derasnya aliran sungai, ditemani buaya-buaya yang seolah mengintai mereka. 

Sejenak mereka menepi, dalam kondisi hampir putus asa, mereka berdoa pada Tuhan mohon pertolongan. Sejenak setelah berdoa, di kejauhan Romo Juju melihat setitik terang yang muncul 1 hingga 2 detik saja. Mereka memutuskan mengikuti arah cahaya tersebut. Dengan mengikuti setitik cahaya yang ada dalam kegelapan, akhirnya mereka tiba di paroki tempat mereka tinggal. Dari cerita tersebut, Romo Juju ingin menyampaikan terang yang sangat kecil di kegelapan akan sangat bermanfaat bagi yang membutuhkan. 

Selain tentang terang, Romo Juju juga memberi perumpamaan tentang garam. Ketika kita menaburkan garam sebanyak apapun di laut, tidak akan mengubah rasa dari air laut, tetap asin. Namun, ketika menaburkan garam sedikit saja pada semangkok sop yang hambar, akan membuat rasa sop semakin nikmat. Artinya, perbuatan sekecil apapun yang kita lakukan apabila di tempat yang tepat akan membawa perubahan yang sangat berarti. 

Romo Juju berpesan agar siswa-siswi kelas 9 ini benar-benar mencerminkan tema yang mereka angkat, The Resilience of Arcas. Menjadi pribadi-pribadi yang tangguh dan bersinar di manapun. Salah satu hal yang khas dari pendidikan sekolah katolik adalah pembentukan karakter. Harapannya, nilai-nilai karakter yang telah ditanamkan selama berproses di SMP Santa Ursula dapat diterapkan di manapun mereka berada. Jadilah terang dan garam di manapun engkau berada! Romo Juju menutup homilinya dengan menyanyikan lagu Terang karya Gleen Fredly.

Jadilah terang

Jangan di tempat yang terang

Jadilah terang

Di tempat yang gelap

 

Jadilah jawaban

Jangan hanya kau diam

Jadilah jawaban

Di luar rumahmu

 

Jadilah garam

Jangan di tengah lautan

Jadilah harapan

Jangan hanya berharap

 

Jadilah jawaban

Jangan hanya ucapan

Jadilah jawaban

Jangan tambahkan beban

Lulus

Setelah perayaan ekaristi, acara dilanjutkan dengan pengumuman kelulusan yang disampaikan oleh Ibu Ika selaku Kepala Sekolah SMP Santa Ursula Bandung. Mengacu pada hasil proses pembelajaran dari kelas 7 sampai dengan kelas 9, hasil refleksi perkembangan sikap serviam dari orang tua siswa, Permendikbud Ristek nomor 21 tahun 2022 tentang standar penilaian pendidikan pada pendidikan pendidikan anak usia dini, jenjang dasar dan jenjang pendidikan, menengah dan peraturan kepala badan standar kurikulum, dan asesmen pendidikan, siswa-siswi kelas 9 angkatan 2022-2023 dinyatakan lulus 100%.

Kemudian, rangkaian acara dilanjutkan dengan pengumuman prestasi akademik yang diumumkan oleh Pak Wawan selaku Kurikulum. Di kelas 9A, juara I diraih oleh Reuben Prabaswara Windukusuma sekaligus menjadi juara umum, juara II Rachel Aprillia Asima Rohana, juara III Kheysa Olivia Sera Br Sembiring. 

Kelas 9B, juara I diraih Tamabe Bintang Cinta Sunirama Sijabat, juara II Henokh Malachi Elitesa Perangin-angin, juara III diraih oleh Rosseline Tzipi Livni Yomaki. Di kelas 9c, juara I diraih oleh Ceacelia Vionita Octaviani, juara II oleh Kalista Araya Ata Rahmadianti, dan juara III diraih oleh Gabriella Archie Widhi Santoso. Pada kelas 9D, juara I diraih oleh Kayla Natalie Zaskia, juara II Margaretha Adelina Putri Setyawati, dan juara III Debora Octreena. 

Meski tidak semua mendapat juara akademik, tetapi siswa-siswi kelas 9 angatan 2022-2023 adalah pemenang dan bintang bagi dirinya masing-masing.

Selamat menjadi terang dan garam di manapun kalian berada!